Weton Jawa sebagai Panduan untuk Memilih Pasangan Hidup yang Cocok

- 5 Agustus 2023, 09:37 WIB
Ilustrasi Weton Jawa sebagai Panduan untuk Memilih Pasangan Hidup yang Cocok
Ilustrasi Weton Jawa sebagai Panduan untuk Memilih Pasangan Hidup yang Cocok /Tangkap layar/pixabay.com/AdinaVoicu

Wage (Wage Kliwon, Wage Umanis, Wage Legi, Wage Pahing, Wage Pon): Mereka yang lahir dalam hari-hari Wage diyakini sebagai pribadi yang energetik, pandai mengatur keuangan, dan berbakat seni.

Kliwon (Kliwon Umanis, Kliwon Legi, Kliwon Pahing, Kliwon Pon, Kliwon Wage): Orang yang lahir pada hari-hari Kliwon diyakini memiliki intuisi yang tinggi, cerdas, dan pandai berbicara dengan halus.

Memilih Pasangan Hidup Berdasarkan Weton Jawa

Berdasarkan panduan menghitung Weton Jawa, memilih pasangan hidup yang cocok dapat dilakukan dengan melihat kesesuaian Weton antara dua orang. Jika Weton keduanya saling melengkapi, dipercaya mereka akan memiliki kecocokan dan keharmonisan yang lebih baik dalam hubungan.

Misalnya, pasangan yang satu memiliki Weton Legi dan pasangan yang lain memiliki Weton Pon. Pasangan dengan kombinasi ini cenderung cocok karena sifat kepemimpinan dan kreativitas dari Weton Legi dapat melengkapi sifat kegigihan dan semangat juang dari Weton Pon. Dalam keseharian, mereka saling melengkapi dan membantu satu sama lain dalam mencapai tujuan hidup.

Baca Juga: Ramalan Primbon Jawa, 9 Weton Ini Pekerja Keras Tapi Boros

Namun, penting untuk diingat bahwa kecocokan berbasis astrologi atau tradisi serupa seharusnya tidak menjadi satu-satunya penentu dalam memilih pasangan hidup. Ada banyak faktor lain yang perlu dipertimbangkan, seperti kompatibilitas nilai, pandangan hidup, tujuan, dan dukungan emosional.

Menyikapi dengan Bijak

Meskipun Weton Jawa telah menjadi panduan yang dipegang teguh oleh beberapa orang, perlu diingat bahwa memilih pasangan hidup adalah keputusan pribadi dan kompleks. Tidak ada satu sistem pun yang bisa menjamin kesuksesan hubungan. 

Oleh karena itu, bijaklah dalam menyikapi Weton Jawa dan jangan terlalu mengandalkan panduan tersebut sebagai satu-satunya acuan.

Halaman:

Editor: Wahyudi Dwi Hartanto


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah