Hari Santri Nasional: Mbak Ita Beberkan Arti Jihad Santri Jadi Agen Perubahan di Kota Semarang

- 22 Oktober 2023, 17:12 WIB
Hari Santri Nasional: Mbak Ita Beberkan Arti Jihad Santri Jadi Agen Perubahan di Kota Semarang.
Hari Santri Nasional: Mbak Ita Beberkan Arti Jihad Santri Jadi Agen Perubahan di Kota Semarang. /Dok Pemkot Semarang

PORTAL JEPARA - WaliKota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita menghadiri sekaligus memimpin Apel di Hari Santri Nasional tahun 2023 bertajuk Jihad Santri Jayakan Negeri di Halaman Balai Kota Semarang, pada Minggu (22/10/2023) pagi.

Dalam kesempatan itu, Mbak Ita mendorong kepada Pondok Pesantren (Ponpes) yang ada di Ibu Kota Jawa Tengah agar bersama-sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus memberdayakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan bermoral. Menurutnya, santri sangat mempunyai peran penting dalam membangun negeri.

Kepada para santri, kata Mbak Ita mengatakan jihad diartikan memberikan dedikasi dan kotribusi seagai agen perubahan untuk kemajuan negara. Bukan dengan kekerasan arau konflik senjata.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Destinasi Healing di Bogor Wajib Dikunjungi, Salah Satunya Favorit Mahfud MD

“Tema Jihad Santri Jayakan Negeri mencerminkan semangat, dedikasi, dan kontribusi besar santri dalam membawa kemajuan dan kebaikan bagi negara kita. Jihad santri bukanlah jihad dalam arti konflik bersenjata, tetapi jihad dalam arti berjuang untuk memajukan bangsa ini melalui pendidikan dan pengabdian kepada agama dan masyarakat,” ujarnya dalam sambutannya.
 
Dirinya mengakui jika dalam diri santri merupakan personal luar biasa yang dapat mempengaruhi kehidupan sosial. Apalagi santri memiliki komitmen belajar ilmu agama, moralitas, dan juga ilmu pengetahuan umum.

“Mereka adalah pilar penting dalam mempertahankan nilai-nilai moral dan keagamaan dalam masyarakat. Santri adalah agen perubahan yang menjalani jihad (perjuangan-red) untuk meningkatkan kualitas hidup mereka dan masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga: Lawan Persija Jadi Tolak Ukur PSIS Semarang Evaluasi Putaran Pertama
 
“Inilah bentuk jihad yang paling mulia, yang telah menginspirasi generasi-generasi sejak lama. Santri adalah garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai luhur, toleransi, dan persatuan. Mereka mempraktikkan nilai-nilai agama dengan integritas dan kesungguhan, serta menjadi contoh bagi kita semua. Mereka adalah pemimpin masa depan yang akan membawa negara ini ke arah yang lebih baik,” tambahnya.
 
Melalui peran jihad santri, kata Mbak Ita, negara dapat mencapai berbagai tujuan mulia termasuk membangun Sumber Daya Manusia Unggul. Santri mempersiapkan diri untuk menjadi generasi yang berpengaruh dalam pengetahuan, moralitas, dan kepemimpinan.

Selain itu, santri juga ikut serta mempromosikan toleransi dan keharmonisan. Apalagi santri memahami nilai-nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama, yang menjadi fondasi masyarakat yang beragama beragam.

Baca Juga: Pemprov Jateng Ajak Santri Jihad Perangi Stunting

Halaman:

Editor: Wahyudi Dwi Hartanto


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah